Showing posts with label AWKWARD. Show all posts
Showing posts with label AWKWARD. Show all posts

Wednesday, March 7, 2012

Bad English of Mine


When i was in elementary school, Mrs. Uut, my English teacher decided moving to Australia with her husband. Since she was my favorite teacher, I was really sad, my friends were too.

That afternoon was the last class we had before her leaving. All students cried, we really didn't want her to go.
I started to write something in English for Mrs. Uut and gave it to her. I gave my own handmade bracelet, too.
'Maybe these things can make her know that I love her and someday she'll come back to teach here,' that was what I thought.

When I memorize it now, I'm like.. OH GOD, WHY..
*facepalm*
Guess why??

Because what I wrote on that letter was:
Mrs. Uut, please don't remember me..
'Please don't remember me..'
Remember.
WHAT???!! Dafuq!
What I meant to say was 'don't forget me'.. But..
My bad English made it wrong!



From now on, I'll improve my English skill, so I won't have embarrassing experience like that again.

Hey, how's my English, you think? Still sounds like a mess?
D'oh. My bad!

Sunday, March 4, 2012

SkripShit atau SkripSweet?

Terbukti, kalimat beken yang bilang kalau kita bisa mendapatkan inspirasi saat di kamar mandi, adalah benar.
Nggak perlu ada shower-nya, sedang mandi manual cebar-cebur gitu aja tiba-tiba bisa dapat inspirasi, kok.
Bukan, inspirasi ini bukan mengenai SKRIPSI, melainkan nge-post di blog yang bertemakan skripsi :p

Ah, skripsi. Seakan menjadi satu kata tabu dan sensitif buat kami, para mahasiswa semester delapan.
Boro-boro dibahas, cuma diucapin aja bisa bikin darah tinggi mendadak.. Fuh.

Kebanyakan dari seangkatan saya, emang lagi pada nyusun proposal skripsi sih.
Saya bahkan baru ngetik berapa paragraf gitu.. Ugh.
Betapa berat memulainya. Seperti opini salah satu dosen saya tentang skripsi,
Memulai untuk menulis skripsi itu berat di awal. Saat kamu sudah mood untuk menulis, maka tulislah, dan jangan pernah berhenti, karena kamu harus mulai lagi dari sesuatu yang berat.
Oh baiklah. Masalahnya, mengumpulkan mood itulah yang susah.
Apalagi saya tidak sedang dikejar sesuatu, nikah misalnya. Belum dilamar kok saya. Hahaha. #BukanKode

Saking happening-nya si skripsi ini di kalangan mahasiswa tingkat akhir, sampai-sampai si Om Anies Baswedan nge-tweet tentang skripsi, beberapa waktu yang lalu.
Pak Rektor Termuda di Indonesia yang Ganteng ini merasa terpanggil kali ya, untuk menyadarkan para mahasiswa tua supaya buruan menyelesaikan skripsi.

Om Ganteng dan Putranya yang juga ganteng ^^

Begini twit-twit beliau:

  1. Menulis skripsi adalah menaklukan diri sendiri.
  2. Cara mengerjakan skripsi adalah potret diri penulisnya saat senyatanya kerja mandiri.  
  3. Skripsi bukan sekadar soal riset; skripsi adalah simulasi cara berkarya/bekerja setelah lulus kuliah.
  4. Menunda2 pengerjaan skripsi adalah mengakumulasi rasa sesal. Akhirnya skripsi yg ditunda2 itu ttp hrs diselesaikan jg
  5. Membaca referensi banyak2 buat skripsi itu baik tapi menuliskan hasil bacaan itu jauh lebih baik :)
  6. Makin lama jeda pengerjaan skripsi, makin sulit memulainya lg. Makin sulit memulai lg, makin lama selesainya.
  7. Skripsi yg membanggakan & menenangkan seumur hidup penulisnya adalah skripsi dibuat dng KEJUJURAN.
  8. Sibuk mengerjakan skripsi itu baik, tapi menyelesaikan skripsi itu jauh lebih baik :)
  9. Dan akhirnya. skripsi yg baik adalah skripsi yg selesai :D
Jika dengar kata skripsi, lalu jantung berdegup 2x lbh cepat mk jngn periksa dokter tp sgr selesikan skripsi.
UHUK. DEGGG!!
Menohok ya. 
Baiklah, saya mau semangat aaaah.

Dimulai lagi malam ini! :)

Friday, January 27, 2012

Kegagalan itu (Sedikit) Menyakitkan

Suatu hari kamu membagi informasi mengenai suatu kompetisi kepada seorang teman. Kompetisi yang juga ingin kamu ikuti.

Lalu ternyata, dia memberitahukan info tersebut ke teman yang lain. Dan kamu tetap menginginkan untuk memenangkannya.
Sangat. Ingin. Memenangkannya.
It's your passion and you've been desire for a long time.
Walaupun kamu tahu, mereka punya nilai yang lebih tinggi darimu.

Tak disangka, ternyata mereka lolos, dengan seleksi (pada kompetisi tersebut) yang menurutmu nggak fair.
Dan kamu? Cuma bisa gigit jari.

Kamu mulai berpikir,
apakah kemenangan hanya diperuntukkan untuk mereka -yang lebih tinggi nilainya- nilai yang dilihat dari 'hitam di atas putih'?
gitu aja, tanpa seleksi lebih dalam?

Jadi, masihkah ada ruang untuk si bodoh ini untuk berkembang?

Hey you. Nevermind, my friend. No need to be guilty. Just go your way.
People go and forget, don't they? And I probably will do the same.


saat-saat menyakitkan, 

Januari 2012

Friday, October 28, 2011

Mood Swing

Mungkin saya adalah salah satu orang yang sering banget cepat berubah-ubah mood-nya.
Jelek, memang. Karena sebentar-bentar cekikikan bahagia, lalu kalau ada yang bikin nggak sreg, tiba-tiba deh jadi bad mood.

Iya, saya sedang berusaha memanajemen mood.

Ceritanya, sejak kemarin saya bete. Baru pulang kuliah jam 9 pagi, eeh udah liat meja makan berantakan sama makanan di piring dengan nasi yang nggak habis. JLEG. Mood langsung down. Udah gitu, saya juga sedang terbebani dengan pikiran revisi laporan kerja praktek (yang tak kunjung saya selesaikan, hehe) dan persiapan pengajuan penelitian skripsi. Beuhh ribet.

Rasanya bener-bener lagi nggak enak ati. Nggak ada hiburan atau orang yang ngehibur. Berasa sendiri. Saking gemesnya jadi pengen makan beling. Grrr.

Lalu pagi ini, lumayan lah, saya mencoba mengawali hari dengan memakai baju favorit saya ke kampus. Kuliah pagi, udah berangkat rada pagian, eeh tetep aja nggak kebagian tempat duduk. Akhirnya harus gotong-gotong kursi dari ruangan lain. Rasanya pengen protes, "WOI PAK, SAYA BAYAR LOH INI KULIAHNYA! 3 SKS KAN? IYA, SAYA UDAH BAYAR!" *sorry capslock. Biasa, biar ekspresinya dapet* :p

Maklum sih, saingannya anak angkatan 2011, mereka masih fresh dan semangat kuliah. Pantes aja berangkatnya pada pagi-pagi. FYI, ini saya emang bareng adik-adik angkatan, kuliah ngulang -_____-

Untung sih ya, kelasnya adem, jadi panas ati bisa terobati. *lho?*

Pas siang gitu, rasanya laper. Udah sejak kapan hari ngidam KFC. Eeh temen-temen yang biasanya hedon tuh diajakin jajan di sana, nggak mau. Ya udah deh, saya cuek aja dateng dan makan sendirian tuh, di KFC. Baru pertama kali ini, saya makan sendirian di KFC. Di McD sih pernah, jajan es krim doang tapi..

Celingak-celinguk, ternyata yang sendirian nggak cuma saya. Ada 3 orang lain yang juga celingukan sendiri. Berarti nggak apa-apa nih. Normal. Hehehe.


Habis makan siang, ada kuliah lagi. Hmm, mood udah jadi enak. Walaupun pas di kampus ketemu segerombolan orang yang ngomongin skripsi. Enjoy aja sih tadi.

Dan... begitulah. Kalau lagi nggak mood, mending apa-apa yang dipengenin tuh lakuin aja. Saya juga percaya, what you wear can change your mood. Kalau lagi bete, saya suka pakai baju/tas/sepatu favorit saya. Kalau kepengen beli sesuatu, beli aja. Asal sesuai dengan duit kantong :p




Thursday, September 15, 2011

The 1st Experience: Teeth Scaling

Ternyata, Fakultas Kedokteran Gigi ada kerjasama setiap tahun dengan Pepsodent untuk acara periksa gigi gratis. Baru tahun ini saya tau loh.. #eh
Jadi, hari ini saya bersama sang pacar, dateng ke FKG UGM untuk periksa gigi gratis.

Setelah di screening (periksa atau cek) gigi, ternyata gigi saya harus dibersihin karang giginya. Oke, memang, selama 21.. eh, 22 tahun (FYI, beberapa hari lagi saya ultah ke-22) ini, saya belum pernah sama sekali melakukan SCALING GIGI. Nggak kebayang yah kan, itu karang gigi segimana tebelnya, hahaha. Mana kadang-kadang gusi suka bleeding sendiri. Yah walaupun nggak banyak.

Eeeh ternyata emang bener. Kata dokter, keluhan saya yang berupa gusi berdarah itu penyebabnya adalah karang gigi. Karang gigi itu katanya sih, akumulasi dari plak gigi, ini salah satu penyebabnya adalah karena nggak bersih waktu sikat gigi.

Saya yang rajin sikat gigi ini jadi semakin berhasrat bersihin karang gigi. Heran juga, saya sikat gigi-nya rutin: setelah sarapan, saat mandi sore, dan sebelum tidur malam. Ternyata karang giginya numpuuuuuk banget. Awas loh buat yang rajin sikat gigi, bukan berarti giginya bebas karang gigi,

Pas gigi 'di-bor', lalu lanjut kumur.. Aiih, berdarah lumayan banyak dan... O ow, itu karang gigi yah yang pada protol? Iyuh banget ngeliatnya, karang gigi saya yang rontok itu :S

Kata Bu Dokter, 3 bulan setelah ini saya harus scaling lagi. Sebenarnya sih, 6 bulan sekali, tapi mungkin karena karang gigi saya terlampau tebel kali, hehehe.

Efek setelah scaling? Gigi rasanya jadi linu, lebih sensitif gitu. Tapi yang pasti sih, lebih seger dan kayak kata Bu Dokter: "Bakal jadi 10 kg lebih ringan.." :D

Wednesday, April 27, 2011

The Lovely Differences between You and Me..

He can easily falls asleep.
I'm... Well, I'm 'normal' at it. Yeah, as normal people do their 'sleeping activities'.

He's so insensitive that seems like he has his own world, sometimes, no care of what's around when he's focused on something.
I'm a girl who always needs to be cared by someone I love. I'm a girl who spoiled, yes right. (Did you ever realize it, dear?)

He wonders about why someone give flowers to others.
and I wonder why he just can't figure it out -- about flowers thing. I looove flowers and I'll be so damn happy if someone gives it to me.
(Someone? I mean him, actually, but let's forget it)

He reads books. Any historical books, comics, (maybe) novels, etc.
I read SOME books. Ok, it doesn't mean I don't like reading. I do love it, but it seems like my time is just for doing blahblahblah except reading books.

He's good at singing, I think. He always makes me whisper "Oh boy, you're so WOW!" when we're in a karaoke (or is it only me who always LEBAY?)
Me? Errr, a bathroom singer. Ok, no more explanation about it, right? *sigh*

He's a 'calm outside-freak inside' boy. He mostly looks like a calm boy, but somehow if you knew him for a long time, surely you'd call him Mr. Freaky Freak.
I'm both in and outside freak.. and cruel, sometimes :P

He's lazy to brush his teeth -- before sleeping at the night. Yuckz
Me? Hah, don't you ask it. Reckon I'll always do. :D

He loves manga (a Japanese genre of cartoons, comic books, and animated films). Kinda maniac.
Me? I like them as my 'childhood stuffs'.

His TOEFL score is five hundred blahblah. He'd like to have an English-conversation with me.
But, I usually NGELES by saying "No, please.. You know my TOEFL score is less than 500 and I only use English in passive ways!"
*My English ain't really good, actually :P

Tuesday, January 5, 2010

UNEXPECTED COST dalam hidupku, sesaat setelah ujian Ekonomi Mikro tentang PRODUCTION COST.

Impianku bisa menggunakan uang bulanan untuk berlibur, buyar sudah.
Harapanku bisa beli barang-barang yang kuinginkan dengan uang bulanan kali ini, musnah sudah.

Itu semua karena UNEXPECTED COST yang baru saja mutlak harus aku keluarkan, beberapa menit lalu. Namanya saja UNEXPECTED, pastinya nggak terduga dong, dan yang pasti NGGAK AKU HARAPKAN SAMA SEKALI. I don’t ever expect for this damn shit cost that I have to pay. Cost apa itu, I don’t have to tell you!

SEBEL…

Lalu apa hubungannya sama ujian Ekonomi Mikro?
Pelajaran lah buatku. Udah kuliah tentang ekonomi tapi nggak bisa ngatur finansial sendiri. Harusnya kemarin-kemarin tuh nabung, jadi kalau ada UNEXPECTED COST kaya sekarang ini, bisa lebih siap karena ada simpenan uang.

I have to be more organized!

Rasanya pengen misuh-misuh tapi ya nggak berguna. Nggak tau juga ini salah siapa?
Kalau lagi begini rasanya PENGEN BANGET PUNYA PENGHASILAN SENDIRI. Entahlah dengan cara apa yang penting halal. Keinginanku buat jadi part timer lagi tahun ini makin kuat. Be a PART TIMER, sounds great. Aku inget waktu jadi part timer di Kopma. SENENG, DAPET TEMEN BARU, PENGALAMAN BARU, MENGEMBANGKAN SOFT SKILL, dan dapet insentif pastinya. Walau nggak seberapa... Cukuplah buat beli pulsa, beli bensin...

Lha daripada sekarang ini??? Udah nganggur, nggak punya duit, ketiban ”rejeki tak menyenangkan” berupa UNEXPECTED COST YANG HARUS DIKELUARKAN, pula. Mau gimana? Minta sama orang tua? Nggak punya hati, apa! Minta-minta terus!

Bisnis yang lagi aku jalanin sekarang paling ya cuma JUALAN PULSA. Emang sih, lumayan laris, apalagi aku adalah sebagai PRODUSEN MONOPOLI di kelas. Otomatis temen-temen kelas kalau kehabisan pulsa, tinggal sms aku: ”Diz, pulsa xx ribu ke nomor 08xxxxxxxxxx ya... Dibayar besok.” Sayangnya, bisnis pulsa itu bukan punyaku, tapi punya keluargaku (baca: ortu), jadi masa ya aku harus minta KOMISI??? Emangnya sopan?

Tiba-tiba ada ide, nih. Besok kalau punya duit, mau aku jadiin modal buat AMBIL ALIH PERUSAHAAN JUAL PULSA di rumahku. Jadi aku bisa belajar bisnis dengan AKU SEBAGAI DIREKTURNYA!

Back to the UNEXPECTED COST. Gimana, dong???? Ah sudahlah. Semoga Allah swt menolongku agar ikhlas dan memberiku rezeki lain.

Help me, God... T.T