Friday, January 27, 2012

Kegagalan itu (Sedikit) Menyakitkan

Suatu hari kamu membagi informasi mengenai suatu kompetisi kepada seorang teman. Kompetisi yang juga ingin kamu ikuti.

Lalu ternyata, dia memberitahukan info tersebut ke teman yang lain. Dan kamu tetap menginginkan untuk memenangkannya.
Sangat. Ingin. Memenangkannya.
It's your passion and you've been desire for a long time.
Walaupun kamu tahu, mereka punya nilai yang lebih tinggi darimu.

Tak disangka, ternyata mereka lolos, dengan seleksi (pada kompetisi tersebut) yang menurutmu nggak fair.
Dan kamu? Cuma bisa gigit jari.

Kamu mulai berpikir,
apakah kemenangan hanya diperuntukkan untuk mereka -yang lebih tinggi nilainya- nilai yang dilihat dari 'hitam di atas putih'?
gitu aja, tanpa seleksi lebih dalam?

Jadi, masihkah ada ruang untuk si bodoh ini untuk berkembang?

Hey you. Nevermind, my friend. No need to be guilty. Just go your way.
People go and forget, don't they? And I probably will do the same.


saat-saat menyakitkan, 

Januari 2012

Saturday, December 24, 2011

Dear You

Did you ever notice my signs? Because with giving you signs or telling you directly are just the same: not working.
Did you ever miss me, A LOT? Because I feel it almost every time. And you don't even care.
Did you ever realize that your existence means a lot for someone? That someone is me.
Did you ever know when I wanna be with you? Why are we always go with them, why not just the two of us? I really need some time for us. Just you and me :(
I'm tired, sometimes, of being 'a girlfriend', while it's still a long long way to go for marriage. But I know I found you as my future husband. I wanna keep this relationship but I hate to feel these sadness things. Is it too silly, huh?

Is It Too Mainstream for Being GALAU?

Penat. Penat. Penat.
Akhir-akhir ini banyak kekecewaan yang saya telan. Pahit.
Saya merasa hampir kehilangan tempat untuk berkeluh kesah. There's nobody. And nowhere.

Rumah. Harusnya menjadi tempat yang nyaman. Tapi sekarang (sedang) tidak.
Teman/pacar/orang-orang. They're just too busy with their own businesses. They will only listen to me once, then go. Nobody will stay. This is a crisis. It feels like I have no trust to them anymore. I'm trying to cheer my self up, without them.

Sebenarnya saya malu.. Saya tau Allah SWT bersama dengan saya. Selalu. Dia bahkan lebih dekat dari urat nadi.
Astaghfirullaahal'adziim :'(

Saturday, November 5, 2011

Ngomong sama Tangan..


Aku sering komplain.
Kenapa sih, hubungan kita nggak kayak orang-orang lain yang juga sedang pacaran?
Aku sendiri sering heran. Perasaan, belum pernah deh pacaran yang 'kayak begini'.

Tapi suatu saat kamu bilang,
"Udahlah. Kita ini kan pasangan luar biasa.."
Butuh waktu beberapa saat agar aku bisa meresapi kata-katamu.
Aku harus tenang dulu untuk bisa mengerti.
Iya, kita beda dari mereka, kita extraordinary. Kamu beda, kamu extraordinary.

Nulis yang kayak begini aja aku hampir nangis.
Entah kenapa. 
Semoga aku selalu bisa mempertahankan: hubungan pacaran yang unik dan seorang 'kamu' yang antik.
:)

Suatu hari aku ingin kaurindukan.
Suatu hari itu saat kamu benar-benar rindu, 
kamu akan membuka tulisan-tulisanku dan membacanya lagi.
Kamu akan tahu betapa susahnya mengajakmu bicara serius.
Jadi aku menulisnya dalam pesan-pesan tersirat di tulisan-tulisanku.