Saturday, January 2, 2010

Farewell, Angga Kurniawan!

People easy comes and goes in my life. Emang bener dah kalau itu merupakan hukum alam yang sepertinya udah MUTLAK. Setahun lalu, aku kenal seorang kakak kelas angkatan 2005 di kampusku, namanya Angga Kurniawan. Aslinya gini, aku punya temen chatting Mig33 (maklum waktu itu lagi happening di kalangan remaja SMA seperti aku). Temen chat aku namanya Rachmat, asli Jakarta. Waktu itu dia masih kuliah di STAN. Tau aku tinggal di Jogja, dia bilang, "Eh aku juga punya sobat lho, yang kos di Jogja. Dia kuliah di TIP-UGM."

Dan... nggak disangka. Saat pengumuman UM UGM, ternyata aku lolos di TIP UGM, pilihan ke-dua ku (padahal waktu itu lebih berharap ke Teknik Industri). Akupun jadi adik kelas temennya Rachmat, Angga Kurniawan, yang dia ceritain waktu kami chatting itu. Pas resmi jadi mahasiswi angkatan 2008, aku nggak langsung tau yang namanya Angga Kurniawan itu yang mana. Apalagi dia udah angkatan tua, jadi kurang eksis kali yah. Hehe...

Angga Kurniawan. Aku liat namanya di urutan atas daftar presensi kuliah Teknik Lingkungan semester 1. Dalam hati ketawa juga, "Oh, dia tuh salah satu kakak angkatan yang ngulang, yang bikin penuh kelas TekLing?" Ternyata dia sekelas juga sama aku di kuliah Bahasa Indonesia.

Pertamanya, Angga ngeadd friendster-ku dan nulis comment di "wall" (begitu istilahnya buat facebook), "Oalah, kamu toh yang namanya Aldiz, yang temen chat-nya Rachmat kan?" Akhirnya kita wall-wall-an deh (sekali lagi, gitu istilahnya kalau di FB).

Suatu hari setelah kuliah TekLing, dia nemuin aku. Wah, kirain dia orangnya songong. Ternyata asyik dan ramah (ups, jangan sampai deh dia baca, bisa GR mampus tuh orang). Lama-lama, udah akrab kan tuh, aku panggil dia 'si Om'. Nggak tau ya waktu itu kenapa. Mau panggil dia "Mas", kayanya semacam aneh, karena dia bukan orang Jawa. Mau panggil dia "Kak", kayanya kok kebagusan. Hahaha.

Time goes by, aku jadi makin akrab sama dia. Jangan salah, akrab bukan berarti menjurus ke hubungan cinta begitu. But, he's like as my brother. Hubungan akrab sama kakakku sendiri aja nggak seperti ini. Aku jalan-jalan sama dia, nonton, shopping, sharing, makan, dll. Bisa dibilang, nggak ada kakak angkatan lain yang lebih akrab dan deket sama aku, selain dia.

Sampai-sampai, aku kaya nggak rela banget saat dia harus pacaran sama seorang cewek. Anyway, I wasn't jealous lho ya. Aku rela-rela aja dia pacaran sama cewek, ASAL cewek itu TEPAT, and I didn't think that his girlfriend was the "Miss Right" for him. He always ensures me that his relationship with that girl isn't serious. Okay. I know then, he's a player. LoL. Biar playboy, dia itu baik, dan alhamdulillah aku bukan (dan nggak akan pernah) menjadi korbannya.

Sore tadi, dia ke rumahku sama Mba' Dika (angkatan 2005 juga). Dia mau pamitan, katanya. Okay, i've heard that he's an employer now. Dia emang udah lulus dan diwisuda Agustus lalu. Saat ini udah diterima kerja di Indomarco. Karena tempat kerjanya di Jakarta, dia sekalian pulang kampung deh. He's not in Jogja anymore. Jam 7 malem nanti dia naik kereta ke Jakarta.

Hiks, sedih juga. Nggak ada lagi deh yang nemenin aku jalan-jalan, nonton, makan... Sedikit lebay sih, tapi emang begini nasib orang melankolis. I hate goodbyes!!! T.T

Jadi inget kata-kata dari guru Bahasa Inggris-ku waktu SD:
Don't ever say goodbye to someone you really love, just say: "See you again!"


I'll be missing you, Om! :)

2 comments: