Thursday, March 24, 2011

Ada Peluang. Kamu Berani. Ambil!

Hari ini saya memutuskan sesuatu yang -menurut saya- sangat penting. Hoshhh, saya perlu mikirin ini hampir seminggu lamanya. Hal yang sebenarnya tidak perlu ragu-ragu untuk diputuskan, sih. Tapi dasarnya saya saja yang orangnya kadang terlalu berhati-hati, kayak Pak SBY kali yah :p

Jadi, ada sebuah tawaran untuk mahasiswa/i di kampus, untuk gabung di sebuah proyek penelitian. Semacam proyek hibah, kalau tidak salah yang menyelenggarakan adalah PSPG (Pusat Studi Pangan dan Gizi), PAU UGM. Temanya bermacam-macam, tetapi objek yang jadi fokusnya adalah pengembangan untuk industri UMKM. Tema yang saya inginkan adalah tentang GMP (Good Manufacturing Practices) dan Sanitasi pada UMKM.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Itu yang menarik perhatian saya. Rencananya sih, saya ingin mengambil skripsi dengan objek UMKM. Kalau saya terlibat dalam proyek tersebut, harapannya bisa lebih punya pengalaman untuk skripsi nanti.

Nah, beberapa hari sebelumnya saya ragu-ragu. Gabung nggak ya? Dengan IPK yang masih nge-press di sekitar angka 3 (walaupun 3 lebih dikit sih, hehe) ini, saya berpikir apakah saya sanggup? Sanggup dalam hal membagi waktu, serta sanggup dalam hal memecahkan masalah-masalah yang ada di proyek tersebut nantinya. Okay, deadline saya untuk lulus adalah setahun lagi, tahun 2012. Pikiran-pikiran pesimis mulai muncul, misalnya apakah saya bisa konsekuen terhadap belajar saya di kampus, jika saya ikut proyek yang berarti rada menyita waktu itu?

Sehabis ngobrol dengan Pak Iwan, dosen saya yang terkait dalam proyek tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk ikut. Beliau bilang, "Jika ada peluang dan kamu berani, ya ambil saja! Why not?" :)

Kata BERANI, yang di sini berarti BERANI dalam hal taking risks, masih jauh sepertinya dari dalam diri saya. Seseorang bisa memilih antara dua hal: being a risk taker, or a risk avoider. Mau ambil risiko, atau menghindari risiko?

Saya menemukan sebuah link tentang itu

"...But risk must be taken, because the greatest hazard in life is to risk nothing. The person who risks nothing; does nothing, has nothing and is nothing. He may avoid suffering and sorrow, but he simply cannot learn, feel, change, grow, love and live."


Wow, that's definitely true! Sejak dulu teori saja yang saya dapat tentang itu. Kalau seseorang nggak pernah action, dia nggak mencoba, maka dia nggak akan tahu! Dari masa-masa mencoba itulah, seseorang pasti akan menemui kesulitan-kesulitan, dan masa sulit itu akan membuatnya dewasa :D

Okay, saya mulai dipenuhi pikiran positif lagi nih! Saya akan mencoba lebih berani taking risks, untuk saat ini, yaa ikut gabung di proyek dengan dosen tersebut :)

Bismillaahirrohmaanirrohiim.. ^^

2 comments: